AI Bikin Kerja Makin Efisien, CTO Meta Justru Minta Karyawan Tingkatkan Produktivitas

0 0
Read Time:2 Minute, 25 Second

Meta kembali menjadi sorotan setelah pernyataan Chief Technology Officer (CTO) Andrew Bosworth tentang penggunaan kecerdasan buatan (AI) di lingkungan kerja. Bosworth menilai peningkatan produktivitas dari AI seharusnya digunakan untuk menghasilkan lebih banyak pekerjaan dan produk.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi tanya jawab internal Meta pada awal Juli 2026. Saat itu, seorang karyawan bertanya apakah peningkatan produktivitas berkat AI dapat digunakan untuk menghidupkan kembali program tambahan hari libur bernama Meta Days.

AI Jadi Alat untuk Meningkatkan Produktivitas

Bosworth tidak sependapat dengan gagasan tersebut. Menurutnya, waktu yang berhasil dihemat melalui AI sebaiknya digunakan untuk mengerjakan lebih banyak hal.

Karena itu, ia mendorong karyawan untuk memanfaatkan efisiensi tersebut dalam membuat produk yang lebih banyak dan lebih baik. Bosworth juga menilai Meta memiliki miliaran pengguna yang dapat merasakan manfaat dari pengembangan produk tersebut.

Dalam sesi tersebut, Bosworth memberikan contoh dari dirinya sendiri. Ia mengatakan bahwa ketika AI membuat pekerjaannya lebih cepat, waktu yang tersisa tidak otomatis digunakan untuk beristirahat.

Sebaliknya, waktu tersebut dapat dialihkan untuk menyelesaikan pekerjaan tambahan. Pandangan itu menunjukkan bagaimana Meta melihat AI sebagai alat untuk meningkatkan kapasitas kerja.

Meta Days Tidak Kembali

Program Meta Days sebelumnya memberikan karyawan beberapa hari libur tambahan. Namun, program tersebut telah dihentikan dan digantikan dengan dua choice days yang dapat digunakan karyawan sesuai kebutuhan.

Pertanyaan mengenai kembalinya Meta Days kemudian mendapat respons cukup keras dari Bosworth. Ia menyebut permintaan tersebut sebagai sesuatu yang tidak tepat untuk terus ditanyakan.

Meski demikian, Bosworth kemudian mengakui bahwa responsnya terlalu keras. Ia juga mengatakan bahwa dirinya tidak bermaksud menyerang karyawan yang mengajukan pertanyaan tersebut.

Perdebatan tentang Dampak AI

Pernyataan CTO Meta tersebut muncul ketika perusahaan teknologi global semakin agresif menggunakan AI. Teknologi ini diharapkan dapat membantu pekerja menyelesaikan berbagai tugas secara lebih cepat.

Namun, peningkatan produktivitas juga menimbulkan pertanyaan baru. Jika pekerjaan dapat selesai lebih cepat, apakah hasil efisiensi tersebut akan menjadi waktu luang atau justru menghasilkan lebih banyak pekerjaan?

Meta tampaknya lebih condong pada pilihan kedua. Bosworth menilai produktivitas tambahan dapat digunakan untuk mempercepat pengembangan produk dan memberikan layanan baru kepada pengguna.

Sebelumnya, Mark Zuckerberg juga menyampaikan visi besar Meta terhadap AI. Ia melihat teknologi tersebut sebagai alat yang dapat membantu manusia menghasilkan lebih banyak hal, termasuk melalui agen AI yang mampu menjalankan berbagai pekerjaan secara mandiri.

Meta bahkan telah meningkatkan investasi pada infrastruktur AI. Reuters melaporkan perusahaan memperkirakan belanja modal 2026 mencapai sekitar US$130 miliar hingga US$145 miliar, terutama untuk pengembangan infrastruktur dan kemampuan AI.

Dengan demikian, pernyataan Bosworth tidak berdiri sendiri. Pandangan tersebut menjadi bagian dari strategi Meta yang semakin menempatkan AI sebagai teknologi utama dalam pengembangan bisnis dan produk.

Pada akhirnya, penggunaan AI di dunia kerja masih menjadi perdebatan. Sebagian pihak melihat teknologi ini sebagai cara untuk mengurangi pekerjaan rutin. Sementara itu, pihak lain menilai peningkatan efisiensi justru dapat mendorong perusahaan menghasilkan lebih banyak.

Bagi pekerja, perubahan tersebut membuat kemampuan menggunakan AI semakin penting. Karyawan tidak hanya dituntut memahami teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas pekerjaan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %