Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya mengembangkan sistem AI untuk mendeteksi anomali transaksi keuangan UMKM. Inovasi tersebut dikembangkan Maria Goreti Dhiki dari Program Studi Teknik Informatika. Penelitian itu mengangkat metode Isolation Forest dan Time-Aware Feature Engineering.
Dalam penelitiannya, Maria merancang sistem yang mampu mengenali pola transaksi yang berbeda dari kondisi normal. Sistem tersebut tidak hanya memperhatikan nominal transaksi. Selain itu, sistem juga mempertimbangkan waktu dan frekuensi transaksi. Dengan pendekatan tersebut, transaksi tidak wajar dapat ditandai secara lebih cepat.
Pengujian sistem dilakukan menggunakan ribuan data publik dan data UMKM Konter Hikmah Surabaya. Hasil pengujian menunjukkan sistem dapat membantu menemukan transaksi mencurigakan. Temuan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan sistem pemantauan keuangan berbasis AI. Sistem juga dirancang agar mudah digunakan oleh pelaku UMKM.
Selanjutnya, pengguna cukup memasukkan data transaksi ke dalam sistem yang dikembangkan. Setelah itu, sistem akan memberikan peringatan ketika menemukan pola transaksi yang dianggap tidak wajar. Pendekatan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha melakukan pemeriksaan keuangan secara lebih efisien. Namun, hasil sistem tetap membutuhkan pemeriksaan dan keputusan dari pengguna.
Inovasi AI tersebut menunjukkan peluang teknologi untuk mendukung pengelolaan keuangan UMKM. Selain meningkatkan efisiensi, sistem deteksi anomali dapat membantu mengenali risiko sejak lebih awal. Maria juga menargetkan pengembangan lanjutan agar sistem tersebut dapat diterapkan sebagai aplikasi nyata. Dengan demikian, teknologi AI berpotensi menjadi alat pendukung keamanan transaksi bagi UMKM.






